Jong Batak’s Arts Festival 2025: Suara untuk masa depan

By

Jong Batak’s Arts Festival (JBAF)  digelar pertama kali pada 2014.  JBAF merupakan perayaanseni dan budaya  independen berbasis komunitas yang tumbuh dari inisiatif anak muda Batak.

Festival ini konsisten menghadirkan ruang bagi kreativitas, kolaborasi, dan refleksi budaya yang mempertemukan seniman, komunitas, dan masyarakat luas.

Tahun ini JBAF bersiap menggelar perhelatan tahun ke-12 pada 18-28 Oktober 2025 dengan  tema ”Pangan Lokal; Ronggurnesia– Suara dari Akar Budaya yang Menggema ke Masa Depan”. Tema ini mengusung  semangat menjadikan pangan sebagai pintu masuk untuk membicarakan identitas, keberlanjutan, serta warisan budaya.

Melalui tema ini, JBAF #12 menegaskan pentingnya pangan lokal. Bukan hanya sebagai konsumsi, tetapi juga sebagai identitas, ingatan kolektif, serta warisan yang menyatukan masyarakat. Festival ini akan menjadi ruang pertemuan lintas disiplin seni, ilmu pengetahuan, serta praktik kebudayaan yang merayakan hubungan manusia dengan tanah, air, dan hasil bumi. Selama sebelas hari, JBAF #12 akan menampilkan:

  1. Panggung Pertunjukan: musik, tari, teater, dan ekspresi seni lintas disiplin.
  2. Diskusi dan Workshop: ruang belajar bersama mengenai pangan, seni, dan kebudayaan.
  3. Pasaraya: menampilkan produk, cerita, dan pengetahuan pangan tradisional.
  4. Program Regenerasi: melibatkan pelajar, mahasiswa, dan komunitas muda dalam rangkaian kreatif.
  5. Pameran dan Instalasi Seni: menyoroti pangan lokal, lingkungan, dan kebudayaan.

Sejak berdiri, JBAF menjadi ruang kolaborasi yang terbuka, merangkul seniman muda maupun senior, komunitas, serta masyarakat luas. Kehadirannya tidak hanya perayaan seni, tetapi juga sebuah ajakan untuk meneguhkan kembali hubungan manusia dengan akar budayanya.

”Dengan mengusung semangat ”Ronggurnesia”, festival ini diharapkan dapat menjadi gema suara-suara lokal yang menembus batas, menyuarakan harapan akan masa depan yang lebih berdaulat secara budaya dan pangan” ujar Audrin Manurung selaku Direktur Festival.

Posted In ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *